Pakar Kicau Mania Berbagi Tips Jadi Juara



Bisnis burung kicau kian menjanjikan dengan munculnya banyak komunitas kicau mania. Salah satu komunitas itu ada di Kawasan Condet, Jakarta Timur dengan nama Arun Kicau Mania (AKM). Komunitas ini terbentuk memang karena kehadiran kios burung milik Arun.

Di kios burung milik Arun ini jugalah komunitas tersebut bermarkas. Bisa dibilang Arun adalah kepala geng komunitas kicau mania tersebut.

Komunitas ini berdiri setelah Arun membuka kiosnya. Di awal kios dibuka satu persatu pecinta burung kicau datang. Awalnya mereka hanya nongkrong, lama-lama saling bertukar ilmu tentang burung kicau.

"Untuk komunitas awalnya kita kios. Jadi kios kan dari awal banyak teman, banyak yang nongkrong, jadi kita bikin komunitas sendiri itu AKM, Arun Kicau Mania. Untuk lokasinya di Jalan Raya Condet, depan Sate Abu Salim, Jakarta Timur," kata Arun saat berbincang.

Kini jumlah anggota komunitas AKM mencapai 50 orang. Namun yang rajin setor muka sekitar 6 orang, mereka terdiri dari Yogi, Anggra, Fikri, Bombom, Fadil, dan Agus.

Banyak anggota yang mencari ilmu di tempatnya guna mengetahui bagaimana cara agar bisa menang lomba burung kicau.

"Biasa nongkrong bareng saja di sini sambil cari pengalaman, yang belum tahu kadang kadang kita kasih tahu solusi solusi untuk burung bisa juara bagaimana gitu," terangnya.

Dia pun tak pelit membagi tips ke para anggota komunitasnya agar burungnya bisa menang lomba. dia mengatakan, untuk membuat burung menang lomba adalah melihat prospek burung itu dulu.

Jika burung itu memiliki prospek yang bagus ke depannya, baru dilatih dan diberi perlakuan khusus layaknya burung lomba.

"Jadi perawatan terutama makanan, yang terutama itu kroto, kalau untuk yang pemakan serangga itu kroto, jangkrik, dan ulat, cukup itu saja," terangnya.

Perawatan selanjutnya adalah burung dimandikan 2 kali sehari, pagi dan sore. Setelah itu, jangan lupa burung dijemur setiap hari, dan penjemuran paling lama 1-2 jam.

"Itu perawatan burung yang prospek untuk ke juaranya seperti itu," lanjutnya.

Jika perlakuan terhadap burung itu tidak tepat bisa membuatnya stres sehingga kualitas suaranya jadi kurang bagus. Hal-hal yang bisa membuatnya stres adalah dari pengaruh lingkungan yang tidak kondusif serta makanan.

"Untuk makanan kadang salah juga bisa bikin stres, misalnya biasa dikasih jangkrik 5, kita kasih 3, jadi dia nggak pas," sebutnya.

Dia pun berharap komunitas AKM terus berkembang ke depannya.

"Insyaallah untuk komunitasnya ini bisa berkembang, makanya kan makin banyak teman yang bergabung juga untuk komunitasnya gitu. Jadi tetap lah tambah perkembangan dan teman juga," tambahnya.

Sumber : Detik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel