Jualan Kandang Burung, Wanita Ini Kantongi Rp 37 Juta/Bulan


Dunia kicau mania atau perburungan biasanya didominasi oleh kaum pria, termasuk pelaku bisnis terkait. Namun, hal itu tidak menghalangi Mar Atun untuk berbisnis jualan kandang burung.

Kios milik perempuan tersebut berlokasi di Jalan Bambu Apus Raya, Bambu Apus, Jakarta Timur. Toko tersebut diberi nama Hana Sangkar.

Mar Atun mulai menggeluti bisnis jualan kandang burung pada 6 tahun lalu. Kala itu, modal yang dia gelontorkan sekitar Rp 6 juta dari kantong pribadinya. Namun pada awalnya barang jualannya tidak begitu komplit.

"Awal mulanya ya sedikit sedikit lama lama komplit," katanya saat berbincang.

Dia memberanikan diri terjun ke bisnis yang mayoritas digandrungi kaum Adam tersebut karena saudaranya memang banyak yang berbisnis serupa.

"Karena saudara saya di Cirebon itu sudah bisnis seperti ini semua. Jadi saya coba coba ngikut di Jakarta," ujarnya.

Kandang burung yang dia jual dipasok dari beberapa daerah di dalam negeri, mulai dari Solo, Malang, Madiun, termasuk Cirebon. Harganya pun variatif, mulai dari Rp 40 ribu untuk ukuran paling kecil, hingga Rp 800 ribu untuk ukuran besar dan bermerek.

Rata-rata, konsumen yang membeli kandang burung di tempatnya adalah komunitas kicau mania.

Omzet kotor yang dia peroleh dalam sebulan bisa mencapai rata-rata Rp 37,5 juta, dengan keuntungan bersih yang diterima sekitar Rp 7,5 juta. Hal itu dengan menjual kandang per hari 4-10 buah, ditambah penjualan aksesoris lainnya.

"Saya nggak hitung, kadang laku 10, kadang laku 4 kan sehari harinya gitu, nggak rata," sebutnya.

Mengingat persaingan bisnis tersebut kian ketat dengan bermunculannya kios-kios baru, menurutnya barang yang tersedia di tempatnya harus komplit. Hal itu agar konsumen tidak kabur ke kios lain.

"Kalau saya sih yang penting komplit saja biar orang nyari itu ada di sini gitu. Kita barang harus semua ada, komplit, dia kalau yang dicari nggak ada kan nyari tempat lain," terangnya.

Dia pun membagi tips untuk memilih kandang burung. Hal terpenting yang harus dipastikan kandang tersebut disesuaikan karakter, jenis dan ukuran burung.

"Dari kandang juga kebutuhannya kan beda. Tergantung jenis burungnya, ada yang suka gigitin kandang, berarti nggak boleh kandang yang dari kayu, harusnya besi," tambahnya.

Sumber : Detik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel